
| Terakhir diperbarui: 11 August 2026 | Penulis: ratih | Ditinjau oleh: dr. Kenny Cahyani, M.Biomed |
Bentuk hidung menjadi salah satu bagian wajah yang cukup berpengaruh terhadap keseimbangan tampilan wajah secara keseluruhan. Karena itu, tidak sedikit orang yang ingin membuat hidung terlihat lebih terdefinisi, terutama pada area batang atau ujung hidung.
Salah satu prosedur estetika yang dikenal untuk memberikan perubahan kontur hidung tanpa operasi rhinoplasty adalah tanam benang hidung atau thread-based nose lift.
Prosedur ini menggunakan benang yang dapat diserap tubuh dan ditempatkan di bawah kulit dengan teknik tertentu untuk membantu memberikan efek lifting dan membentuk kontur hidung. Salah satu material yang umum digunakan dalam thread lift adalah polydioxanone atau PDO.
Di Leny Skincare, tanam benang juga menjadi salah satu pilihan treatment estetika yang tersedia di beberapa cabang. Informasi layanan Leny Skincare mencantumkan tanam benang sebagai salah satu treatment, termasuk untuk kebutuhan estetika hidung.
Namun, penting untuk memahami bahwa tanam benang hidung bukanlah pengganti operasi rhinoplasty. Perubahan yang dihasilkan cenderung lebih subtle dan tidak ditujukan untuk mengubah struktur tulang atau tulang rawan hidung secara permanen.
Secara umum, prosedur thread lift dilakukan dengan memasukkan benang melalui titik masuk kecil pada kulit. Dokter kemudian menempatkan benang pada area yang telah ditentukan berdasarkan anatomi dan target estetika pasien.
Benang tersebut memberikan efek mekanis pada jaringan di area treatment. Pada jenis benang tertentu, proses penyerapannya juga dapat memicu respons jaringan yang berkaitan dengan pembentukan kolagen. Pada tanam benang hidung, tujuan utamanya adalah membantu memberikan tampilan hidung yang lebih terangkat atau terdefinisi.
Karena anatomi setiap orang berbeda, jumlah benang, posisi penempatan, teknik, dan hasil yang mungkin dicapai tidak bisa disamaratakan. Itulah kenapa konsultasi sebelum treatment menjadi bagian yang sangat penting.
Tanam benang hidung umumnya dipilih oleh orang yang menginginkan perubahan kontur hidung tanpa menjalani prosedur operasi.
Beberapa perubahan estetika yang mungkin menjadi tujuan treatment antara lain:
Penempatan benang dapat memberikan efek pengangkatan pada jaringan di area yang ditargetkan.
Pada kandidat yang sesuai, treatment dapat membantu menciptakan tampilan batang atau ujung hidung yang lebih terdefinisi.
Berbeda dengan rhinoplasty yang merupakan tindakan operasi, thread lift dilakukan melalui titik masuk kecil untuk memasukkan benang.
Dibandingkan prosedur operasi hidung, thread-based nose lift umumnya memiliki masa pemulihan yang lebih singkat. Namun tetap dapat terjadi bengkak, kemerahan, nyeri tekan, atau memar setelah tindakan.
Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk mengubah tampilan hidung, tetapi mekanisme dan hasil yang dituju berbeda.
Tanam benang hidung lebih cocok dipertimbangkan untuk orang yang menginginkan perubahan kontur yang relatif ringan dan tidak ingin menjalani operasi.
Sementara rhinoplasty merupakan prosedur bedah yang memungkinkan dokter mengubah struktur hidung, termasuk tulang dan tulang rawan. Prosedur ini dapat digunakan untuk perubahan yang lebih signifikan maupun kebutuhan struktural tertentu.
Jadi, tidak tepat jika tanam benang disebut sebagai "rhinoplasty tanpa operasi". Keduanya merupakan prosedur yang berbeda dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.
Ini salah satu hal yang penting untuk dipahami sebelum melakukan treatment.
Tanam benang hidung bukan prosedur yang memberikan perubahan permanen seperti operasi rhinoplasty.
Benang yang dapat diserap tubuh secara bertahap akan mengalami proses biodegradasi. Karena itu, efek estetika dari treatment juga dapat berkurang seiring waktu.
Durasi hasil dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, tergantung jenis benang, teknik, anatomi, kondisi jaringan, dan berbagai faktor lainnya. Sumber ASPS mengenai thread-based nose lift juga menekankan bahwa hasilnya bersifat sementara dan perubahan yang dihasilkan cenderung subtle.
Jadi, jangan memilih treatment ini dengan ekspektasi perubahan bentuk hidung yang permanen atau sangat drastis.
Tanam benang hidung tidak otomatis cocok untuk semua orang.
Secara umum, prosedur ini lebih relevan untuk seseorang yang menginginkan perubahan kontur hidung yang relatif ringan, tanpa masalah struktural hidung yang signifikan.
Namun, penentuan kandidat tetap harus dilakukan melalui konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter.
Dokter dapat mempertimbangkan:
Konsultasi ini penting supaya treatment yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi dan tujuan masing-masing pasien.
Seperti prosedur medis lainnya, tanam benang memiliki potensi efek samping dan komplikasi.
Efek yang dapat terjadi setelah thread lift antara lain:
Systematic review mengenai thread lift juga menemukan bahwa sebagian besar efek samping bersifat sementara, tetapi komplikasi tertentu seperti infeksi, perubahan kontur, serta cedera pada struktur tertentu dapat terjadi dan membutuhkan penanganan.
Karena itu, prosedur sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dengan teknik dan fasilitas yang sesuai.
Setelah treatment, dokter akan memberikan instruksi perawatan sesuai kondisi pasien dan teknik yang digunakan.
Secara umum, pasien mungkin diminta untuk menghindari tekanan atau manipulasi berlebihan pada area hidung selama masa awal pemulihan.
Pada thread-based nose lift, misalnya, ASPS menyebutkan bahwa pasien dapat mengalami bengkak, kemerahan, nyeri tekan, dan memar selama beberapa hari. Pasien juga dapat diminta menghindari menggosok hidung serta tekanan tertentu pada area hidung untuk sementara waktu.
Instruksi dari dokter tetap menjadi acuan utama karena kebutuhan setiap pasien dapat berbeda.
Keinginan memiliki hidung yang lebih terdefinisi tentu wajar. Tetapi hasil estetika yang baik bukan hanya soal "berapa banyak benang yang dipasang".
Anatomi setiap hidung berbeda.
Ada pasien yang mungkin mendapatkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi melalui thread lift, sementara pasien lain mungkin membutuhkan pendekatan berbeda.
Dalam konsultasi, dokter dapat membantu menilai apakah tujuan estetika yang diinginkan realistis untuk dicapai dengan tanam benang atau justru membutuhkan prosedur lain.
ASPS juga menekankan pentingnya konsultasi untuk mengevaluasi anatomi pasien, tujuan treatment, teknik yang sesuai, ekspektasi hasil, serta potensi komplikasi.
Buat kamu yang sedang mempertimbangkan tanam benang hidung, langkah pertama yang paling penting bukan memilih jumlah benang atau mengejar hasil yang sedang viral.
Mulailah dari konsultasi.
Di Leny Skincare, konsultasi dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui treatment yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wajah kamu. Leny Skincare sendiri menyediakan berbagai pilihan treatment estetika, termasuk thread lift, sehingga kebutuhan pasien dapat dievaluasi berdasarkan tujuan perawatan.
Dokter dapat membantu membahas target hasil, kondisi anatomi, pilihan treatment, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum tindakan.
Dengan begitu, keputusan treatment dibuat berdasarkan kebutuhan dan kondisi wajah, bukan sekadar mengikuti tren.
Tanam benang hidung merupakan salah satu pilihan prosedur estetika minimally invasive yang dapat membantu memberikan efek lifting dan membuat kontur hidung terlihat lebih terdefinisi.
Namun, prosedur ini memiliki batasan. Hasilnya cenderung lebih subtle dan sementara, serta tidak dapat menggantikan kemampuan rhinoplasty dalam mengubah struktur tulang dan tulang rawan hidung.
Karena itu, ekspektasi yang realistis dan konsultasi dengan dokter menjadi dua hal yang sangat penting sebelum melakukan treatment.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan tanam benang hidung di Leny Skincare, jangan mulai dari pertanyaan "berapa benang yang aku butuhkan?", tetapi dari "treatment apa yang paling sesuai dengan bentuk dan kondisi hidungku?"
Dari sana, dokter bisa membantu menentukan pilihan yang lebih tepat dan aman untuk kebutuhan kamu.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi atau pemeriksaan langsung oleh dokter. Kelayakan treatment, teknik, jumlah benang, potensi hasil, serta risiko ditentukan secara individual setelah evaluasi medis.