
| Terakhir diperbarui: 25 February 2026 | Penulis: Akanta Avwa | Ditinjau oleh: dr. Ajeng Titi Probo Rahayanti |
Apa itu Sunscreen?
Sunscreen atau tabir surya, adalah produk perawatan kulit yang melindungi dari dampak buruk sinar ultraviolet (UV) matahari. Paparan UV dapat menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Sunscreen bekerja dengan menyerap atau memantulkan sinar UV agar tidak menembus kulit. Produk ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti losion, krim, gel, dan semprotan, dengan tingkat perlindungan yang bervariasi.
Mengapa Kita Harus Memakai Sunscreen?
Banyak orang mengira bahwa selama berada di dalam rumah atau beraktivitas di tempat yang teduh, mereka tidak memerlukan sunscreen. Padahal, meskipun tidak langsung terpapar sinar matahari, sinar UV tetap dapat menembus jendela dan merusak kulit secara perlahan. Hal ini menjadi semakin penting saat Ramadan, di mana tubuh mengalami perubahan akibat pola makan dan hidrasi yang berbeda selama berpuasa. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan sunscreen tetap penting:
Sinar UVA dan UVB memiliki dampak yang berbeda pada kulit. UVA menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan berkontribusi terhadap penuaan dini, sedangkan UVB menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit. Meskipun berada di dalam rumah, sinar UVA dapat menembus kaca dan tetap berdampak pada kesehatan kulit. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum sangat dianjurkan.
Paparan sinar matahari dapat memicu produksi melanin berlebih, yang menyebabkan munculnya noda hitam atau hiperpigmentasi pada kulit. Hal ini lebih berisiko bagi orang yang memiliki bekas jerawat atau kondisi kulit tertentu seperti melasma. Dengan menggunakan sunscreen setiap hari, kulit dapat terhindar dari risiko hiperpigmentasi yang sulit dihilangkan.
Selain sinar matahari, cahaya biru yang dipancarkan oleh layar elektronik seperti ponsel, laptop, dan televisi juga dapat merusak kulit. Cahaya biru diketahui dapat mempercepat proses penuaan kulit serta meningkatkan risiko hiperpigmentasi. Beberapa sunscreen mengandung bahan khusus yang mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap efek negatif cahaya biru.
Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan kadar hidrasi yang dapat berdampak pada kulit. Kurangnya asupan cairan selama sehari penuh dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan rentan terhadap iritasi. Sunscreen yang mengandung bahan pelembap seperti hyaluronic acid dan glycerin dapat membantu menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat sepanjang hari.
Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti garis halus, kerutan, dan hilangnya elastisitas kulit. Sinar UV merusak kolagen dan elastin dalam kulit, yang berkontribusi terhadap penuaan dini. Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu memperlambat proses ini dan menjaga kulit tetap kencang dan sehat.
Bagaimana Pengunaan Sunscreen yang Tepat?
Agar sunscreen bekerja secara optimal dalam melindungi kulit, penting untuk menggunakannya dengan benar. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan:
Untuk perlindungan efektif, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30. SPF 30 mampu melindungi kulit dari sekitar 97% sinar UVB, sementara SPF 50 memberikan perlindungan hingga 98%. Jika sering beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan SPF yang lebih tinggi dan memilih produk dengan label broad-spectrum untuk perlindungan terhadap UVA dan UVB.
Pastikan seluruh area kulit yang terpapar sinar matahari mendapat perlindungan, termasuk wajah, leher, tangan, dan kaki. Banyak orang hanya mengoleskan sunscreen di wajah, padahal bagian tubuh lainnya juga rentan terhadap paparan sinar UV. Gunakan jumlah yang cukup, yaitu sekitar satu sendok teh untuk wajah dan leher, serta dua sendok makan untuk seluruh tubuh.
Sunscreen tidak memberikan perlindungan sepanjang hari, sehingga perlu diaplikasikan ulang setiap 2-3 jam, terutama setelah berkeringat atau berwudhu. Jika menggunakan sunscreen berbentuk bedak atau semprot, pastikan produk tersebut benar-benar memberikan perlindungan efektif, bukan sekadar kosmetik.
Sinar UV tetap bisa menembus awan dan kaca, sehingga penggunaan sunscreen harus menjadi kebiasaan harian, tidak hanya saat keluar rumah atau berlibur. Bahkan pada hari mendung, sekitar 80% sinar UV masih dapat mencapai permukaan bumi dan berdampak pada kulit.
Sunscreen yang sudah kedaluwarsa tidak lagi efektif dalam melindungi kulit. Biasanya, produk sunscreen memiliki masa kedaluwarsa sekitar 2-3 tahun setelah diproduksi. Jika tekstur atau aroma sunscreen berubah, lebih baik menggantinya dengan yang baru untuk memastikan perlindungan tetap optimal.
Dengan langkah-langkah ini, perlindungan kulit dari sinar matahari bisa lebih optimal.
Rekomendasi Sunscreen dari Leny Skincare
Leny Skincare menawarkan produk sunscreen yang cocok untuk digunakan selama Ramadan dan aktivitas di dalam rumah:

Sebagai produk best seller seharga Rp129.000, sunscreen ini dirancang untuk kulit normal, kering, atau sensitif terhadap sinar UV. Dengan formula khusus, produk ini tidak hanya melindungi dari paparan matahari yang berlebihan, tetapi juga membantu mencerahkan serta menjaga kelembapan kulit wajah.

Dengan harga Rp69.000, sunscreen ini diformulasikan untuk kulit berjerawat ringan. Kandungannya membantu mengurangi kemerahan akibat sinar matahari dan meminimalkan risiko timbulnya noda gelap, sekaligus merawat kulit agar tetap sehat dan bebas dari iritasi.

Diformulasikan khusus untuk kulit kering atau sensitif, sunscreen ini memberikan perlindungan ekstra dari paparan sinar matahari serta menjaga kelembutan dan kehalusan kulit wajah. Produk premium ini tersedia dengan harga Rp149.000.
Dengan menggunakan sunscreen secara teratur, kita dapat menjaga kesehatan dan kecantikan kulit selama Ramadan dan seterusnya.
Cabang Leny Skincare Terdekat