
| Terakhir diperbarui: 08 June 2026 | Penulis: ratih | Ditinjau oleh: dr. Kenny Cahyani, M.Biomed |
Dalam dunia skincare, banyak orang mengira bahwa semua masalah kulit yang terasa kering pasti disebabkan oleh kurangnya kelembapan. Akibatnya, solusi yang paling sering dilakukan adalah menambah lebih banyak produk hydrating ke dalam skincare routine.
Tapi tahukah kamu? Tidak semua kulit yang bermasalah karena hidrasi berarti kekurangan air. Dalam beberapa kasus, kulit justru bisa mengalami kondisi yang disebut overhydrated skin atau kulit yang "kelebihan hidrasi".
Menariknya, gejala overhydrated skin sering kali mirip dengan dehydrated skin. Inilah yang membuat banyak orang salah mengenali kondisi kulitnya sendiri.
Akibatnya, skincare yang digunakan justru tidak membantu, bahkan bisa membuat masalah kulit semakin memburuk.
Mari pahami perbedaan keduanya agar kamu bisa merawat kulit dengan lebih tepat.
Dehydrated skin adalah kondisi ketika kulit kekurangan kandungan air.
Perlu dipahami, dehidrasi kulit berbeda dengan jenis kulit kering (dry skin). Kulit kering adalah tipe kulit, sedangkan dehidrasi adalah kondisi yang bisa dialami oleh semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak.
Artinya, seseorang bisa memiliki kulit yang sangat berminyak tetapi tetap mengalami dehidrasi.
Ketika kulit kekurangan air, fungsi perlindungan alaminya menjadi kurang optimal sehingga berbagai masalah kulit mulai muncul.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
Salah satu ciri yang paling sering terjadi adalah kondisi di mana wajah terlihat sangat berminyak namun tetap terasa kering.
Ini terjadi karena kulit mencoba mengompensasi kekurangan air dengan memproduksi lebih banyak minyak.
Kalau dehidrasi terjadi karena kulit kekurangan air, overhydrated skin terjadi ketika kulit menerima terlalu banyak hidrasi hingga keseimbangan alaminya terganggu.
Kondisi ini memang tidak sepopuler dehydrated skin, tetapi semakin sering ditemukan karena tren skincare yang mendorong penggunaan banyak produk hydrating sekaligus.
Misalnya:
Kulit yang terlalu banyak menerima hidrasi juga bisa menunjukkan tanda-tanda stres.
Beberapa gejala yang sering muncul:
Dalam beberapa kasus, overhydrated skin membuat permukaan kulit terlihat lembap, tetapi sebenarnya kondisi skin barrier sedang tidak sehat.
Masalahnya, kedua kondisi ini memiliki gejala yang cukup mirip.
Baik dehydrated skin maupun overhydrated skin bisa menyebabkan:
Karena itu banyak orang yang salah mengambil tindakan.
Misalnya, saat kulit sebenarnya sudah overhydrated, mereka justru menambah lebih banyak hydrating toner atau sheet mask. Akibatnya kondisi kulit menjadi semakin tidak seimbang.
Beberapa faktor yang paling sering menyebabkan kulit dehidrasi antara lain:
Membersihkan wajah terlalu sering dapat menghilangkan kelembapan alami kulit.
Eksfoliasi berlebihan bisa merusak skin barrier sehingga air dalam kulit lebih mudah menguap.
Lingkungan yang terlalu kering membuat kulit kehilangan air lebih cepat.
Kondisi tubuh yang tidak optimal dapat memengaruhi kemampuan kulit mempertahankan hidrasi.
Paparan sinar matahari dapat mempercepat kehilangan kelembapan kulit.
Sementara itu, overhydrated skin sering terjadi karena:
Menggunakan terlalu banyak produk hydrating dalam satu waktu.
Sheet mask memang membantu hidrasi, tetapi penggunaan berlebihan tidak selalu lebih baik.
Tidak semua kulit membutuhkan 7 langkah hydrating toner atau banyak lapisan skincare.
Fokus hanya pada hidrasi tanpa memperhatikan kebutuhan kulit secara keseluruhan.
Kulit yang sehat bukan kulit yang paling banyak mendapatkan hidrasi.
Kulit yang sehat adalah kulit yang mampu mempertahankan keseimbangan air, minyak, dan fungsi skin barrier dengan baik.
Karena itu, tujuan skincare bukan sekadar membuat wajah terasa lembap sesaat, tetapi membantu kulit menjaga kelembapannya secara alami.
Kulit yang seimbang biasanya:
Daripada terus menambah banyak produk, fokuslah pada skincare yang membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.
Kandungan seperti:
dapat membantu menjaga hidrasi sekaligus mendukung kesehatan skin barrier.
Jika kulit mulai menunjukkan tanda dehidrasi dan kehilangan elastisitas, penggunaan serum yang membantu menjaga kelembapan kulit bisa menjadi langkah yang baik.
Salah satunya adalah Ageless Lifting Serum dari Leny Skincare yang mengandung Palmitoyl Tripeptide-1, Niacinamide, dan Swertia Chirata Extract untuk membantu menjaga kelembapan kulit, membuat kulit terasa lebih kenyal, serta membantu menyamarkan tampilan garis halus akibat kulit yang kurang terhidrasi.
Dehydrated skin dan overhydrated skin adalah dua kondisi yang berbeda, tetapi sering disalahartikan karena memiliki gejala yang mirip.
Kulit yang sehat bukan tentang memberikan hidrasi sebanyak mungkin, melainkan menjaga keseimbangan kulit agar dapat bekerja secara optimal.
Sebelum menambah produk baru ke dalam skincare routine, penting untuk memahami apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan oleh kulitmu.
Karena dalam skincare, lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik. Yang paling penting adalah keseimbangan dan konsistensi dalam merawat kulit setiap hari. ?